Minggu, 08 Mei 2011

Ujian Bagi Kemanusiaan

“Kalau harus memilih antara compassion dan agama, saya lebih memilih compassion daripada agama” Kalimat ini memang agak aneh mengingat seharusnya compassion dan agama satu paket. Keduanya tidak mungkin dipisahkan. Agama dan compassion adalah dua aspek yang saling terikat. Agama adalah mata air compassion karena itu ia menyegarkan kemanusiaan. Agama tanpa compassion, tanpa cinta akan kehilangan jiwa. Bagaikan manusia tanpa roh! Mati, tak ada gunanya! Lalu, mengapa saya memisahkan keduanya? Saya tidak sedang ngelantur! Saya punya alasan kuat. Dalam kenyataannya agama sekarang sedang mengalami deficit cinta! Agama minus compassion, Agama menjadi keji dan kejam, Wajah agama yang berbalut kelembutan telah berubah menjadi bengis dan mengerikan. Agama yang seharusnya menjadi pembawa damai berubah menjadi pembawa amuk. Penghayatan terhadap agam sudah keluar dari jalurnya. Kritik ini bukan diarahkan pada agama, tapi pada cara orang menghayatinya.

Kasus kekerasan dan kebiadaban atas nama agama meledak di Indonesia. Kasus pertama mereka menyerang, belasan warga ahmadiyah, mengahajar, bahkan membunuh mereka tanpa belas kasihan setitikpun. Penyerbuan kaum Syiah di Pasuruan. Pelarangan tempat ibadah GKI di Bogor. Dan masih banyak kasus-kasus yang lain, bahkan ratusan mungkin. Semuanya tanpa adanya penyelesaian. Kekerasan dianggap sebagai hal yang biasa, wajar! Korban dilihat dari angka, bukan dari kemanusiaannya! Para penyerang dan pelaku kekerasan bebas melenggang! Hukum diinjak! Aparat keamanan hanya diam, mereka bungkam seolah tidak terjadi apapun. Lengkaplah dosa bangsa ini!

Mana kebhinekaan yang kita banggakan selama ini. Bhineka hanya menjadikan garang dan menakutkan. Apa gunanya agama kalau memang agama menjadi makin menakutkan. Oleh karena itu saya setuju dengan pendapat “Aku memilih compassion daripada agama”. Sesungguhnya keber-agama-an sedang diuji kekuataanya saat ini. Janganlah kalah akan pemikiran yang salah. Jadikan perbedaan menjadi penguat dan saling mengisi. Jangan sampai kemanusiaan dikalahkan kejahata.